Kas dan Kas Kecil(petty cash)
1. Pengertian Kas dan
Kas Kecil
Kas adalah
harta lancar perusahaan yang terdiri atas uang kertas atau uang logam dan
surat-surat lain yang mempunyai sifat seperti uang. Dengan pengertian itu, kas
mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1) Dapat digunakan sebagai alat pembayaran
2) Dapat
digunakan sebagai setoran oleh bank dengan nilai yang sama dengan jumlah
nominal yang tertulis di dalamnya.
Dana kas kecil adalah dana khusus berupa uang tunai (kas) yang
berfungsi untuk membayaran pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil, misalnya,
pembelian perangko, materai, rekening listrik, rekening air, perlengkapan
kantor, dan sebagainya. Dana kas kecil ini dibentuk dan dikelola oleh seorang
petugas khusus, terpisah dengan pemegang kas besar. Hal ini dilakukan untuk
menjaga kelancaran dan menghindari bentuk kecurangan.
2. Metode Kas Kecil
Dalam mengelola kas kecil ada dua metode yaitu,
imprest fund methode dan fluctuation methode.
a. Imprest fund methode / Dana Tetap
Pada sistem
imprest fund, Baridwan (1992) mendefinisikan bahwa di dalam sistem ini jumlah
dana dalam rekening kas kecil selalu tetap, yaitu sebesar cek yang diserahkan
kepada kasir kas kecil untuk membentuk dana kas kecil. Berdasarkan penjelasan
tersebut maka dapat diperjelas bahwa pada sistem imprest fund jumlah dana kas
kecil selalu konstan.
b. Fluctuation methode / Dana berubah-ubah
Menurut
Baridwan (1992) metode ini di katakan “dalam setiap fluktuasi saldo rekening
kas kecil tidak tetap, tetapi berfluktuasi sesuai dengan jumlah pengisian
kembali dan pengeluaran-pengeluaran dari kas kecil. Dari definisi diatas, maka
dapat diambil kesimpulan bahwa fluctuation methode merupakan suatu sistem
pengelolaan dana kas kecil yang saldo rekeningnya tidak tetap dan tergantung pada
besar kecilnya pengeluaran yang terjadi pada periode tertentu.
3. Sistem Pengawasan
Kas
Sistem
pengawasan kas yang baik sebagai berikut :
a. Tanggung jawab pengelola penerimaan kas
diserahkan secara khusus kepada seorang penugas.
b. Adanya pemisahan tugas pengelolaan dengan
tugas pencatatan penerimaan kas.
c. adanya pemeriksaan intern terhadap kas
yang dilakukan pada waktu-waktu yang tidak ditentukan terlebih dahulu atau
secara mendadak, tanpa pemberitahuan.
4. Prosedur Pengelolaan Kas Kecil
Ada beberapa
prosedur yang dilakukan untuk melaksanakan kas kecil.
a. Prosedur pembentukan dana kas kecil
Tahap
pertama dalam menetapkan dana kas kecil adalah mentaksir jumlah dana yang
diperlukan untuk kas kecil tersebut. Setelah jumlah itu ditentukan, maka akan
ditarik sejumlah cek untuk sejumlah dana tersebut dan dibuat pencatatan untuk
dana kas kecil. Pencatatan pada sistem imprest fund maupun fluctuation methode
adalah sama, yaitu dengan mendebit kas kecil dan mengkredit perkiraan kas atau
bank.
b. Metode pengeluaran kas kecil
Untuk
pengeluaran-pengeluaran yang menggunakan dana kas kecil perlu dibuat bukti
pengeluaran dana kas kecil (petty cash record).
Perlengkapan yang
dibutuhkan dalam pengelolaan adminitrasi dana kas kecil sebagai berikut :
a.
Bukti transaksi penerimaan (pengisian kembali) dana kas kecil.
b.
Bukti transaksi pengeluaran uang tunai yang digunakan untuk :
1)
biaya listrik,
2)
pembelian perangko,
3)
pemakaian perlengkapan kantor,
4)
beban telepon,
5)
beban iklan, dan
6)
beban pemeliharaan.
c.
Alat untuk menulis (bolpoin dan karet penghapus).
d.
Alat untuk menghitung berupa kalkulator.
e.
Formulir jurnal.
f. Formulir penerimaan dan pengeluaran (mutasi)
dana kas kecil.
g.
Buku kas kecil.
Komentar
Posting Komentar